cursor
 
Bunda Naila
Sebuah goresan dari apa yang dirasa...dilihat...dan didengar supaya tak berceceran dan hilang di telan waktu. Semoga bisa dijadikan renungan, pelajaran dan diambil hikmah.

01 December 2009

Sabar dan Syukur

Dua kata yang sangat sederhana namun sarat makna, yang mudah untuk diucapkan namun sangat sulit untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Tak dapat dipungkiri bahwa 2 kata itulah kunci kebahagian dan ketenangan hidup yang diajarkan dalam Al Qur'an dan di contohkan oleh Baginda Rosul Muhammad Saw.

Meski jatuh bangun, jalan menuju sabar dan syukur tetap harus ditapaki....

“ya Allah, jadikanlah aku ridho thd apa2 yg Engkau tetapkan dan jadikan barokah apa2 yg telah Engkau takdirkan, sehingga tidak ingin aku menyegerakan apa2 yg Engkau tunda dan menunda apa2 yg Engkau segerakan”

“Ya Allah, jadikanlah setiap tetes keringat yang menetes hanyalah untuk ridho-Mu, jadikanlah setiap derai air mata yang terurai hanya karena-Mu, jadikanlah awal dan akhir hidupku sebagai yg terbaik untuk-Mu, jadikanlah setiap keping uang sebagai rizqi halal dari-Mu, jadikanlah dari setiap peser infaq sebagai tabungan akhiratku untuk berjumpa dengan-Mu"

"Ya Rabb, jadikanlah hatiku tenteram bersama-Mu, jadikanlah lebih tenteram dan damai nantinya dengan teman hidup dari anugerah-Mu"

"Duhai penguasa hati, jadikanlah pendamping hidupku kelak seorang yg setia kepada-Mu, yang dengan kesetiaan dariMu itu maka ia pun menjadi setia untukku"

“Dan jadikanlah setiap detik yang kami lalui sarat dengan rahmat dan ampunan-Mu, berikanlah kami keteguhan iman dan keikhlasan dalam menapaki jalan-Mu....kokohkanlah setiap tali2 ikatannya, abadikanlah setiap curahan rona rembulan kasih sayangMu, sinarilah liku2 jalan hidup kami dengan Nur cahayaMu yang tak pernah redup sesaatpun, hindarkanlah kami dari awan gelap gulita yang menutupi sinaran Nur cahayaMu, yg mbuat kami salah melangkah, salah berbelok, atau salah berjalan…sesungguhnya hanya Engkau sebaik2 penolong dan sebaik2 pelindung

"Ya Allah, jadikanlah anak2 ku kelak sholeh/ah sebagai penuntun hidupku kepada-Mu"

"Ya Rabb, jadikanlah khusnul khatimah sbagai penutupku untuk berjumpa dengan-Mu, jadikanlah firdaus sbagai sebaik2 tempat kepulanganku untuk berjumpa dengan-Mu.............meski kutau terlalu banyak dosa dan khilafku

“Ya Allah, jadikan hamba selalu istiqomah dijalanMu.Terangi hati hamba dgn nur CahayaMu yg tdk pernah redup.Bimbinglah setiap langkah hamba. Ampuni kekhilafan hamba selama ini………”

Allohumma Amiin (-_-)


Posted by: Bunda Naila @ 12:43:00 AM :: 0 komentar

Beri Komentar

24 November 2009

MUHASABAH

Allohumma Sholi wassalim Wabarik ala sayyidina Muhammad wa 'ala Alihi
Washohbihi azma'in.
(Ya Alloh sampaikanlah sholawat, keselamatan, keberkahan untuk kekasih kami Muhammad Saw dan kepada seluruh sahabat-sahabatnya)

Allohumma yaa Robbana, Robbana dzolamna anfusana wa illam taghfirlana watarhamna lanakunanna minal khasirin.
(Wahai Tuhan kami, kami telah dzalim terhadap diri-diri kami dan apabila Engkau tidak mengampuni kami
niscaya kami akan termasuk orang-orang yang merugi)

Wahai Alloh, wahai Yang Maha Mendengar, inilah kami, diri yang tubuhnya kotor berlumur dosa,
yang hidupnya berselimut aib, kini berada dihadapan-Mu.
Ampuni Ya Alloh sebusuk apapun kehidupan yang pernah kami lalui.
Ampuni sebanyak apapun dosa-dosa yang melumuri tubuh kami,
Hapuskan Ya Alloh, segelap apapun masa lalu kami.

Ya Alloh, wahai Yang Maha Pengampun, kami datang kepada-Mu Ya Alloh,
Kami ingin hidup kami berubah. Gantikan segala kebusukan kami menjadi kesucian dalam pandangan-Mu, gantikan segala kegelapan dengan cahaya-Mu Ya Alloh, gantikan segala kedzaliman kami menjadi hidayah taufik-Mu,
gantikan Ya Alloh segala kehinaan kami dengan kemuliaan di sisi-Mu.

Ya Alloh, ampuni dan selamatkan Ibu-Bapak kami Ya Alloh, kami mohon di waktu mustajabnya doa ini
Ya Alloh, selamatkan Ibu-Bapak kami.
Apalagi yang dapat kami lakukan Ya Alloh, beri Hidayah dan Taufik Mu Ya Alloh.
Jadikan mereka orang yang soleh sampai akhir hayat, jadikan akhir hayatnya Khusnul
Khotimah, lapangkan kuburnya, jadikan ahli surga -Mu,
Ya Alloh selamatkan dan ampuni orang tua kami Ya Alloh.

Allohummagfirlana waliwalidina warhamhum kama robbaunna sighoro,
(Ya Alloh ampunilah dosa-dosa kami dan kedua orang tua kami, sayangilah mereka seperti
mereka telah menyayangi kami diwaktu kecil)

Ya Alloh selamatkan keluarga kami Ya Alloh,

Robbana Hablana min ajwajina wadzuriiyatina kurrata 'ayyun waj'alna
lilmutaqiina imama.
(Wahai Tuhan Kami Karuniakan kepada kami istri-istri dan anak-anak yang menyejukan mata dan jadikan mereka pemimpin bagi orang-orang yang bertaqwa)

Ampuni Ya Alloh, para suami yang pernah mendzalimi istri dan anak-anaknya.
Juga ampuni para istri yang telah mengkhianati keluarganya.
Ampuni jikalau kami salah mendidik keluarga dan anak-anak kami Ya Alloh.
Utuhkan kami didunia mulia, utuhkan kami di Surga-Mu, Ya Alloh.

Ya Alloh selamatkan anak-anak kami, muliakan akhlaknya, kuatkan imannya.
Berikan Ya Alloh, yang lebih baik dari pada yang kami dapatkan. Jadikan ahli
mulia dunia, ahli Surga-Mu mulia, Ya Alloh.

Ya Alloh selamatkan kaum muslimin walmuslimat, mukminin walmukminat,
khususnya para guru-guru kami Ya Alloh, para ulama yang menuntun kami
mengenal-Mu.

Ya Alloh tolonglah saudara-saudara kami yang dhuafa, berikan
kami kemampuan untuk mencukupi, berikan kami rizki yang halal berkah
melimpah Ya Alloh, jadikan kami ahli shodaqah, jadikan hidup kami ahli
zuhud.

Ya Alloh, tolonglah saudara-saudara kami yang ada dalam kesempitan, berikan
kelapangan Ya Alloh. Tolonglah saudara kami yang difitnah, dihina,
didzalimi, berikan keteguhan iman Ya Alloh, kekuatan dan kemenangan.

Tolonglah bangsa kami Ya Alloh, telah terlalu lama bangsa kami terhina.
Bangkitkan ummat Mu Ya Alloh, karuniakan para pemimpin yang Engkau ridhoi,
jauhkan dari para pemimpin yang Engkau murkai.

Allohumaghfirlil mukminin wal mukminaat, muslimin walmuslimat al ahyaa' i
minhum wal amwat. (Ya Alloh Ampunilah Dosa orang-orang mukmin dan mukminat
muslimin dan muslimat yang masih hidup dan yang sudah wafat)

Ya Alloh, terimalah sekecil apapun amal ibadah kami...
Ya Alloh Ampuni sebesar apapun dosa kami

Allohumma inna nas aluka ridhoka waljannah wana'udzubika min sakhatika
wannar.
(Ya Alloh Kami memohon kepada-Mu ridho dan surga-Mu dan kami berlindung dari keburukan dan siksa neraka)

Ya Alloh hanya Engkaulah tempat kembali kami, hanya Engkaulah Yang Maha Tahu
sisa umur kami, berikan kesempatan bagi kami Ya Alloh, untuk mempersembahkan
yang terbaik dari hidup ini agar bermanfaat bagi orang lain.

Robbana attinna fiddunnya hasanah wafilakhirati hasanah waqina 'azzabannar.
Wa adkhilnal jannata ma'al abrori, ya azizu, ya ghafar, ya robbal 'alamin.
Subhana rabbika rabbil 'izzati amma yasifun wasalamun 'alal mursalin,
walhamdulillahirobbil'alamin.

Labels:


Posted by: Bunda Naila @ 3:38:00 AM :: 1 komentar

Beri Komentar

13 May 2009

4 tahun....

Wah...nggak kerasa bulan Mei ini tepatnya tanggal 11 genap 4 tahun blog ini exist di dunia maya. Nggak nyangka dah banyak banget yang terekam dalam bentuk tulisan di blog ini. Baik itu cerita sehari-hari, puisi, renungan, kutipan, joke dan beberapa fiksi. Yang pasti semuanya mempunyai cerita dan hikmah tersendiri.

Subhanalloh, kalo sekarang dibaca-baca ulang setiap tulisan itu, setting serta kejadian-kejadian yang melatarbelakangi setiap tulisan itu seolah kembali menari-nari didalam otakku dan itu bisa membuatku, tersenyum, merenung, miris bahkan menangis. Dan yang semakin aku yakini bahwa dari setiap kejadian baik yang sempat aku rekam secara tersirat ataupun tersurat dalam blog ini pasti memiliki hikmah. Dan tak jarang hikmah itu baru kita sadari jauh setelah kejadian itu terjadi. Seperti yang pernah diungkapkan oleh Ibnu al-Jauzy,

"Jika engkau tidak mampu menangkap hikmah,
bukan karena hikmah itu tidak ada,
namun semua itu akibat kelemahan daya ingat engkau sendiri"

Sekarang baru merasa sangat beruntung, sempat merekam semuanya dalam blog ini, meskipun banyak sekali kendala dalam menulis, mulai dari waktu sampe lemotnya koneksi internet. Tapi yang jadi kendala utama sebenarnya adalah rasa malas he..he..he..laptop ada, koneksi dah lumayan gampang apalagi dah ada modem HSDPA tapi masih saja alasan waktu yang nggak ada jadi kendala termasuk rasa malas. Padahal banyak sekali manfaat menulis, mulai dari meringankan beban sendiri dan bahkan bisa jadi ibroh ataupun inspirasi buat yang lain.

Yang pasti dari setiap tulisan aku bisa berkaca pada masa lalu. Memang masa lalu harusnya dikubur, lupakan dan jangan diungkit lagi. Tapi Masa lalu adalah pelajaran berharga buat kita untuk berkaca agar apa yang buruk tidak terulang kembali.

"masa lalu biarlah berlalu seiring bergulirnya waktu,
masa kini adalah kesempatan untuk mengukir mimpi
dan meraih prestasi
masa depan adalah tempat menata harapan dan meraih kebahagian"

Hhhmm....tidak ada kata terlambat. Ini moment yang pas buat mulai nulis lagi. Nulis apa aja...bebas...nggak perlu mikirin apa komentar orang....tanpa ada beban. Kali aja ntar semua tulisan bisa dikumpulin dan bisa diterbitkan jadi sebuah buku hue..he..he..he..*ngayaall mode.ON*


SEMANGAD !!!!



Labels: , ,


Posted by: Bunda Naila @ 9:19:00 PM :: 0 komentar

Beri Komentar

04 February 2009

La tahzan...Bunda...

Awalnya berniat cuti 1/2 hari buat ngurus SPT pajak , tapi karena baru kelar tengah hari akhirnya kuputuskan untuk cuti full 1 hari. Terlintas di hati pengen ngasih surprise buat Naila, akhirnya dari Kantor Pajak Aku langsung meluncur ke Sekolahnya. Kebetulan hari ini dia ada kursus CaLisTung (Baca-Tulis-Hitung) jadi pulang sekolahnya memang rada siangan dari biasanya. Tepat jam 1 siang Aku sudah ada di depan sekolahnya, dan duduk di tempat para orang tua atau mbak-mbak dan para suster menunggu. Si Mbak yang biasa menunggui Naila sekolah sengaja ku suruh pulang duluan, karena Aku yang akan menjemput Naila.

Pintu lobby sekolah sudah dibuka, satu persatu murid keluar dan menemui penjemput mereka masing-masing. Dari jauh aku melihat Naila, dan langsung mendekatinya. Tampak dia sangat kaget dan berteriak riang,."Bundaaaaaaa...", Naila menghambur menghampiriku.
"eMbun (panggilan Naila untuk Bunda-red), kok nggak kerja?", Naila penasaran.
"iya, kan bunda mau jemput kakak", aku menggodanya sambil berjalan menuju parkiran.
Setiap berpapasan dengan temannya, Naila selalu berkata "ini bundaku" seolah dia ingin memperkenalkan atau memamerkan kepada teman-temannya bahwa hari ini dia pulang bersama Bunda atau kadang dia juga memperkenalkan teman-temannya yang selama ini hanya ku kenal dari cerita dia "Bunda ini Alissya". Waaah, semuanya diluar dugaan....

Sepanjang perjalanan pulang, Naila tak berhenti bicara mulai soal apa yang dialami di sekolah, teman-temanya sampai kesan dia terhadap surprise yang ku buat hari ini

"eMbun, aku seneng deh pulang dijemput Bunda", celotehnya lagi.
"Iya, eMbun juga seneng bisa jemput kakak"
"eMbun, kenapa siy nggak tiap hari aja jemput kakak?", tanyanya lagi
"hhmm...kan bunda harus ke kantor Chant (Chantik -red - panggilan sayangku buat Naila), lagian kan tiap pagi Bunda udah nganterin kamu berangkat ke sekolah jadi pulang sekolahnya sama Mbak" , dengan hati-hati sekali aku berusaha menjelaskan. Tidak mudah memang memberi pengertian soal ini kepada anak yang baru akan berusia 5 tahun.
"eMbun, kakak seneng dech, kalo Bunda nggak kerja, jadi bisa nganterin dan jemput kakak ke sekolah. Kayak maminya Chintya gitu Bun"
gubraaakks....kata-katanya bagai pisau bermata dua yang mengiris hatiku. Kucoba menguasai keadaan dan mulai berbicara dari hati ke hati dengannya
"Chant, bunda juga seneng kl bisa nganter dan jemput kakak tiap hari, tapi kan Bunda harus kerja sayang, buat cari apa ?", ku coba mencairkan suasana agar nggak terlalu melow.
"Uaaaang", Naila menjawab dengan lantang sambil ketawa. Keriangan kembali muncul di wajahnya
"Hayooo, uangnya buat apa?" kucoba mengalihkan pembicaraan
"Buat beli susu kakak, trus buat sekolah kakak trus buat beli hoka-hoka bentooooo..", Suasana kembali ceria.
"Jadi Bunda boleh kerja nggak niih??" tanya ku menggoda
" Boleh deh he..he..he.." Naila nyengiiir

Dalam hati aku bersyukur, anakku bisa memahami kondisi bundanya. Ahhh...seandainya kamu tau apa yang bunda rasakan Nak, sungguh tak ingin sedetik pun Bunda jauh dari mu. Bunda pun memiliki perasaan yang sama dengan mu Nak, ingin kita selalu bersama. Tapi percayalah, saat ini Bunda sedang mengumpulkan kepingan-kepingan puzzle kehidupan kita yang nantinya akan kita susun menjadi gambaran masa depan yang indah...buat kita.
Semoga..


Cheers,
Bunda Naila

Dedicated to: all working Mom in the world. Don't be sad, you are a super women .

Labels: ,


Posted by: Bunda Naila @ 4:49:00 PM :: 4 komentar

Beri Komentar

30 September 2008

Holiday's Note - 30 Sept 08

11.00 PM
Alhamdulillah, semua pekerjaan rumah sudah beres termasuk urusan kakak.
Suara takbir masih terdengar jelas dari setiap musholla dan mesjid disekitar rumah meski hujan masih terus mengguyur. Kucoba untuk ikutan bertakbir sambil online di depan laptop. Hatiku mulai gerimis, mataku mulai berat oleh sesuatu cairan yang nyaris jatuh dan meleleh di pipi ku.

Berbagai perasaan berkecamuk, antara sedih dan bahagia. Sedih karena ramadhan tlah usai, sedih nggak bisa lebaran bersama keluarga di kampung dan sedih karena sepertinya besok tidak bias ikutan sholat ied. Tapi aku bersyukur kesedihanku tidak berlangsung lama, kesibukan mengurus rumah dan kakak membuat aku lupa akan hal itu. Begitu juga kondisi lingkunga rumah yang lumayan ramai karena banyak tetangga yang tidak mudik juga. Subhanalloh, terima kasih ya Alloh atas kekuatan hati dan ketenangan jiwa untuk berlebaran jauh dari keluarga.

Allohu Akbar…Allohu Akbar…Allohu Akbar
Laaillahaillohu Allohu Akbar..
Allohu Akbar wa lillah ilham….

Labels:


Posted by: Bunda Naila @ 11:20:00 PM :: 0 komentar

Beri Komentar

Holiday's Note - 30 Sept 08

Sedih rasanya berpisah dengan Ramadhan. Banyak hal yang belum sempet aku lakukan untuk menyempurnakan ibadahku di bulan ramadhan ini. Bahkan rasa khawatir muncul jika ibadahku yg pas-pas-an di bulan ramadhan kali ini tidak bernilai pahala di mata Alloh swt bahkan aku was-was tidak mendapat ampunan dari Alloh swt di bulan yang penuh berkah dan ampunan ini.

Ya Alloh….di penghujung Ramadhan-Mu yang mulia dan penuh ampunan ini. Ijinkan hambamu yang lemah, kotor dan berlumpur dosa ini memohon. Karena hanya kepada Mu lah hamba bias memohon:
Terimalah sekecil apapun amalan hamba slama bulan Ramadhan ini
Ampuni sebesar apapun dosa-dosa hamba
Terimalah taubat hamba
Jadikan aku hamba yang istiqomah dalam ibadah dan menjauhi maksiat
Tunjukkan yang benar adalah benar dan beri kekuatan hamba untuk menjalankan yang benar…
Serta tunjukkan yang salah itu adalah salah serta beri kekuatan untuk menghindarinya..
Ya Alloh...jika sampai saatnya nanti ajal menjemputku...
Berikan hamba kematian yang indah, kematian yang khusnul khotimah...

Ya Alloh....rasanya malu sekali hambamu yang selalu mengulang dosa ini memohon kepada Mu
Tapi kepada siapa lagi hamba harus memohon selai kepada Mu ya Alloh?
Satu hal yang hamba selalu yakini bahwa Engkau Maha Pengampun...
Oleh karennya ya Alloh....Ampuni Hamba dan pertemukan hamba dengan ramadhan tahun depan.

Amin ya robbal alamiin….

***
Untuk semua teman, sahabat dan saudara ku.
Selamat Idul Fitri 1429 H
Taqoballohu Minna Wa Minkum
Mohon Ma’af Lahir dan Bathin

Labels:


Posted by: Bunda Naila @ 8:29:00 AM :: 0 komentar

Beri Komentar

21 April 2008

Being The 2nd

Really, I don't like monday honey.....mau tau kenapa? karena kita harus berpisah lagi. Sungguh berat rasanya menjalani hari tanpa kehadiranmu. Pagi ini seperti biasa kita berangkat bersama, kulihat kau begitu tenang dan nyenyak melanjutkan tidur di mobil. Sementara aku tak sedikitpun bisa memejamkan mata. Rasanya sayang jika waktu kubiarkan berlalu begitu saja sementara sebentar lagi aku tak bisa memandangi wajahmu lagi. Maka terus kupandangi wajahmu yang sungguh mempesona itu sepanjang perjalanan ini. Sungguh wajah yang teduh yang bisa meruntuhkan dinding-dinding keangkuhanku. Tapi bukan karena itu...bukan karena wajahmu tapi sikapmulah yang bisa membuatku merasa berarti. Kata orang aku wanita mandiri, tapi aku bisa menjadi sangat manja didepanmu. Kata orang aku keras tapi bisa lemah di hadapanmu. Kata orang aku cerdas tapi bisa menjadi orang bodoh bila bersamamu. Mungkin juga mencintaimu adalah salah satu kebodohanku. Mengambil pilihan sebagai orang kedua di hati mu......

"Kenapa Anti ga tidur?" kamu terbangun karena jalanan mulai macet. "Nggak papa, skalian baca-baca materi presentasi nanti" jawabku berbohong. Padahal udah jelas aku nggak tidur supaya bisa lebih lama lagi menatap wajah teduhnya. "Anti kenapa kok keliatan gelisah?" tanyanya lagi sambil membolak-balik koran. "Nggak kok biasa aja", aku berbohong lagi. Ah...sayang bagaimana aku tidak gelisah, kenyataannya hanya genggaman tanganmu dan kehadiranmu yang bisa membuat aku tenang. Tidak tahukah kamu duhai kekasih ku, bahwa kehadiranmu disampingku sangatlah berarti. Apakah kamu tidak merasakan demikian? Apakah tidak ada rasa yang berat ketika kita harus berpisah kembali? Sungguh terkadang ingin kudengar kata-kata lembut dari bibirmu bahwa kaupun berat harus berpisah denganku. Kadang pula aku bayangkan kau genggam tangan ini seolah enggan untuk berpisah denganku. Tapi sudahlah aku memahami semuanya bahwa itu semua hanya akan mendramatisir suasana. Tapi sungguh aku akan slalu merindumu setelah hari ini sampai ujung minggu ini. See you on Friday honey....We'll together again for a while...
****
-Inspired by someone.....-

Labels:


Posted by: Bunda Naila @ 11:08:00 PM :: 0 komentar

Beri Komentar